Pernahkan anda berinteraksi dalam sebuah forum di internet, atau sebuah perdebatan di grup sosial media? Jika iya pasti anda tidak asing dengan istilah Ad Hom, atau Ad hominem.
Dalam etika perdebatan kita dilarang untuk melakukan sesat logika Ad Hominem, tapi sebenarnya apa sih Ad Hominem itu?
Beberapa hari yang lalu FPI kembali menggelar aksinya, yang kali ini
dilakukan di sekitar Masjid Istiqlal, kali ini yang akan kita bahas bukan aksi
112 itu sendiri tetapi pemberian jalan kepada pasangan Non Muslim yang hendak
menikah di Katedral yang terletak tepat didepan Masjid Istiqlal.
Para penganut FE sering mengatakan kalau lembaga setingkat NASA bahkan tidak bisa membuat perhitungan sendiri mengenai gerhana, dan masih menggunakan siklus saros untuk menentukan kapan dan dimana gerhana akan terjadi. Dimana siklus saros tersebut dibuat tidak menggunakan perhitungan bumi bulat. Menolak untuk percaya saja pernyataan FE-ers itu saya bertanya"apakah NASA masih menggunakan Siklus Saros?"
Banyak
dari pelajar SD hingga SMA mungkin akan berpikir seperti ini, "Kenapa
aku harus mempelajari pelajaran yang banyak kaya gini?". Misalkan aku
dari kecil bercita-cita untuk menjadi penjual martabak manis. Apakah aku
harus juga belajar fisika? Bukankah Hukum Kepler 3 tidak akan pernah
terpakai saat aku berjualan? Memang tidak. Tapi pola pikir seperti ini
akan admin coba ubah sedikit saja.
Sebagian besar dari anda pasti pernah melihat ramalan zodiak anda saat ini atau melihat kepribadian anda atau teman teman anda melalui golongan darah, dan hampir sebagian besar bahkan bisa seluruh ramalan tersebut terasa cocok dengan kondisi anda saat ini yang membuat anda bertanya tanya "bagaimana bisa?"
Salah satu "argumen" melawan evolusi (yang
sederhana namun umum) berasal dari kesalahpahaman serius akan ilmu dan prinsipprinsip yang
mendasari evolusi. Mengetahui kebingungan dibalik pertanyaannya adalah kunci
untuk menjawab pertanyaan. "Mengapa ada masih monyet?" melibatkan dua
kesalahan utama:
Beberapa hari yang lalu telah terjadi demo besar besaran yang terjadi di ibukota kita Jakarta tepatnya 4 November 2016 yang lalu. Demo ini menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok untuk segera diadili atas pernyatannya yang diduga menistakan salah satu ayat alquran. Hasil dari demo
Pada bahasan sebelumnya kita sudah membahas Debunk Video Flatearth101 ke 2 yang berjudul "Bisnis Triliunan Dolar", sekarang saya akan menjawab argumen argumen flat earth di video ke 3 mereka yang berjudul "Kebohongan Sains Modern"
1. NASA masih menggunakan perhitungan kuno (Siklus Saros) untuk memprediksi gerhana matahari.
Bagi awam pernyataan ini akan terasa meyakinkan terlebih penambahan gambar langsung dari halaman resmi NASA pada videonya dan membuat seolah olah NASA adalah badan yang bodoh dan tidak mampu membuat perhitungannya sendiri, tapi pernyataan ini akan terdengan konyol bagi mereka yang mengetahui apa itu Siklus Saros sebenarnya.
Pada kenyataannya siklus saros adalah "Siklus Waktu" kapan terjadinya gerhana yang disusun oleh Edmund Halley (1656-1742) dan siklus ini cuma bisa meramalkan kapan terjadinya sebuah gerhana, tidak beserta tempatnya. Nyatanya sekarang NASA berhasil memprediksi kapan dan dimana akan terjadi gerhana, misal pada gerhana matahari total di Indonesia lalu. Nice Try Flat Earth.
2. Bintang Utara sebagai poros kubah selestial.
Flat Earth menampilkan time lapse bintang yang menunjukan 1 bintang yang tidak bergerak disebut north star (bintang utara) mereka mengatakan bahwa bintang utara itu sebagai poros atau puncak dari kubah selestial yang menutupi bumi datar, kalau logikannya berarti bintang utara harusnya berada tepat diatas kita dan harusnya cuma ada 1 puncak yang boleh ada di desain kubah selestial bumi datar.
Ternyata saya menemukan video time lapse lainnya yang menampilkan bintang utara tidak berada di puncak, seperti pada time lapse video yang berjudul Startrail Timelapse Compilation - Nevada Night. Anda bisa langsung skip ke menit 1:30
https://www.youtube.com/watch?v=oLd1gpVa5TY
atau 2 buah puncak selestial yang ada pada video ini yang berjudul Planetary Panoramas - 360 Degree Night-Sky Time-Lapse by Vincent Brady, Music by Brandon McCoy. Anda bisa langsung skip ke 0:13 - 0:26
https://www.youtube.com/watch?v=azJaOQAGTJo
3. Peta bumi datar adalah peta bumi yang asli
Argumen ini sudah saya debunk di pembahasan kita part pertama 4.Galileo gagal membuktikan heliosentris
Flat Earth mengatakan bahwa Galileo gagal membuktikan Heliosentris melalui metode pengamatan memanfaatkan Parallax yang pada kasus ini dalam skala bintang, mereka mengatakan Galileo mengamati bintang, pada kenyataannya Galileo tidak menggunakan bintang sebagai percobaan pengamatan melainkan planet venus terhadap matahari, galileo mengamati pergerakan revolusi matahari yang ternyata membuktikan bahwa Heliosentris itu fakta.
Tim yang menginvestigasi pendapat Galileo juga tidak melakukan pengecekan dengan metode ilmiah melainkan mencocokkan apakah pendapat Galileo itu sesuai dengan Bible atau tidak.
The matter was investigated by the Roman Inquisition in 1615, which concluded that heliocentrism was "foolish and absurd in philosophy, and formally heretical since it explicitly contradicts in many places the sense of Holy Scripture
5. Tantangan Flat Earth membuktikan gravitasi dengan benda
Selain memberikan tantangan berikut Flat Earth juga memberikan beberapa pertanyaan antara lain
1. Kenapa air laut tertahan bumi sedangkan balon gas terbang?
2. Gravitasi tidak berlaku di air, kenapa?
Pertanyaan dan tantangan Flat Earth ini akan saya jawab di seri 4 nanti.
6. Medan magnetik penyebab terjadinya revolusi planet dan satelit
Disana mereka banyak mengankat quotes yang katanya dari Nikola Tesla, tapi apa benar Tesla pernah berkata seperti itu? jika anda mencari sumber quotes tersebut yang anda temukan adalah sumber dari "Flat Earthers" tidak ada pihak netral yang mengkonfirmasi kalau Tesla pernah mengatakan seperti yang anda lihat di video flat earth.
Selain quotes palsu, juga ada quotes yang "dibelokkan" dari apa yang sebenarnya dimaksud tesla,
The stars are attached to the firmament
Quote tesla diatas yang benar adalah
Though free to think and act, we are held together, like the stars in the firmament, with ties inseparable. These ties cannot be seen, but we can feel them
kata firmament ini diartikan oleh flat earth sebagai "kubah selestial" padahal artinya adalah "cakrawala", atau lengkung langit, maksud lengkung langit disini bukan kubah selestial tetapi jangkauan pandangan kita dalam melihat langit yang seakan akan melengkung atau bisa diartikan sebagai langit saja.
Jika elektromagnetik menggantikan posisi gravitasi pada model bumi datar pertanyaannya elektromegnetik jenis apa yang bisa menarik kayu dan daun jatuh ke bumi? kalau flat earth tidak bisa menjelaskannya maka elektromagnetik tidak punya alasan untuk dapat menggantikan gravitasi sebagai penyebab benda benda jatuh ke bumi. Seperti perkataan flat earth di videonya "apabila dasarnya salah maka semua turunan pendapat tersebut runtuh"
"Indonesia dijajah belanda selama 3,5 abad" atau "Indonesia dijajah belanda selama 350 tahun", 2 kalimat tersebut sering kita dengar bahkan kita temukan di dalam buku buku pelajaran sejarah. Namun benarkah "Indonesia" dijajah selama itu?
Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang tentang Flat Earth Debunked, kali ini saya akan membahas video kedua Flat Earth yang yang berjudul "Flat Earth 02: BISNIS TRILIUN DOLAR" video dari youtube sudah saya sertakan dibawah, jadi mari kita bahas satu persatu argumennya.